Preparing a better tomorrow, today!

Siapa Sangka ADIDAS Dilahirkan oleh Seorang Tukang Roti

0 196

ADIDAS, raksasa sepatu asal Jerman yang bersaing ketat dengan NIKE asal Amerika. Ikon tiga garis yang menjadi eksistensi anak muda masa kini ini tak disangka merupakan buah karya seorang tukang roti. Kok bisa?

 

Sejarah Awal ADIDAS

Pada ujung tahun 2016, ADIDAS berhasil meraih penjualan 4,8 Milyar Dollar mendekati pesaing terdekatnya NIKE. Harga sepatu kece ini memang bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai seratus juta. ADIDAS dengan inovasi produknya telah berhasil menyihir para remaja dunia. Meski begitu, gak banyak yang tahu kalau keberadaan brand sejak 1940an ini lahir dari tangan seorang tukang roti.

Adolf β€œAdi” Dassler, perancang sekaligus pendiri ADIDAS lahir pada 3 November 1900 di Bavarian, Jerman. Adi lahir dari seorang ibu yang pengusaha binatu dan ayah yang bekerja di pabrik sepatu. Lulus SMA, Adi melanjutkan pendidikan sebagai pembuat roti sesuai harapan ayahnya. Sayangnya, Adi Β yang sangat suka dengan olahraga justru lebih tertarik dengan pekerjaan ayahnya kelak.

 

Lahirnya Sepatu Olahraga Karya Adi Dassler

Kegemarannya pada olahraga membuat Adi Dassler mengerti kebutuhan sepatu yang spesifik buat setiap atlet. Di zaman itu, para atlet gak punya pilihan sepatu khusus buat setiap cabang olahraga mereka. Kesempatan ini yang membuat Adi memiliki gagasan untuk melahirkan konsep sepatu khusus yang akan meningkatkan performa para atlet. Pada 1920, sepulang menjadi tentara di Perang Dunia I Adi mulai mengembangkan sepatu olahraga dan sandal bersama rekannya Karl Zech.

Kisah lahirnya produk sepatu olahraga buah karya Adi gak selalu berjalan mulus. Adi dan rekannya sempat menjadi tukang reparasi sepatu untuk menyambung hidup usahanya.

 

Related Posts
1 of 2

Bergabungnya Sang Kakak, Pencetus PUMA

Pada masa berkembangnya usaha produksi sepatu yang digagas, Adi kemudian melibatkan Rudolf Dassler yang telah menyelesaikan masa pendidikan kepolisian. Rudolf merupakan kakak langsung Adi dengan beda usia dua tahun. Kakak beradik ini kemudian menamai perusahaannya Dassler Brothers Sport Shoe Factory dan mulai beroperasi pada 1 Juli 1924. Keduanya kemudian berbagi tugas, Adi Dassler pada pengembangan teknis produk sementara kakaknya berfokus pada area pemasaran.

Kakak beradik Dassler melewati masa sulit ekonomi di Jerman pada 1926, hingga kemampuan produksi mencapai 100 pasang sepatu per hari. Sayang kerja sama keduanya gak berjalan langgeng, kakak beradik ini mengakhiri hubungan bisnis mereka selepas Perang Dunia II berakhir. Rudolf Dassler kemudian juga turut sukses dalam bisnis alas kaki bernama PUMA.

 

Kemenangan Para Atlet dan Lahirnya ADIDAS

Olimpiade di Amsterdam pada 1928 membuktikan keyakinan Adi Dassler dimana atlet muda Jerman, Lina Radke yang menggunakan sepatu rancangan Dassler bersaudara meraih medali emas lomba lari 800m. Selanjutnya pada 1936, sepatu Dassler berhasil membuat Jesse Owens, atlet Afro-Amerika memboyong empat medali emas.

Setahun setelah berpisah dari sang kakak, Adi Dassler kemudian mendirikan ADIDAS tepat pada 18 Agustus 1949. ADIDAS kemudian memulai pengembangan sepatu khusus bagi atlit sepakbola dengan tiga strip di sisi sepatu yang berfungsi menjaga kestabilan pada pengguna. Performa sepatu ADIDAS kemudian semakin dikenal oleh atlet dunia. Adi Dassler terus mengembangkan usahanya bersama sang istri, Kathe Dassler hingga mulai meraih kesuksesan lintas benua di tahun 1970-an.

Ketekunan Adi Dassler dan kerja kerasnya sejak muda bisa jadi contoh buat kamu yang berencana kuliah di Jerman nanti. Gak ada mimpi yang gak bisa diraih, tinggal bagaimana kamu memperjuangkannya. Bercita-cita sebagai perancang produk di masa depan? Mulailah memilih kampus di Jerman yang menyediakan jurusan desain produk.

You might also like
Comments
Loading...