Preparing a better tomorrow, today!

4 Program German Camp Centre Ini Bikin Kamu Makin Siap Kuliah di Jerman

0 61

Yuk Kenali Sejarah Awal Pendidikan Formal di Jerman

Sejarah pendidikan formal di Jerman berawal pada 1763, pada masa Frederick II yang saat itu menjadi Raja Prusia. Lahir di Berlin pada 1712, Frederick muda adalah musisi berbakat, pecinta filosofi serta puisi dan mengagumi Perancis yang mana bahasa dan budayanya kemudian mempengaruhi masa depan pemerintahannya. Di masa pemerintahan Frederick Agung ini, pendidikan formal berlangsung bagi anak usia 5 hingga 14 tahun. Sejarah mencatat di era ini pula biaya pendidikan diberlakukan gratis pada sekolah negeri dengan siswa yang berasal dari keluarga kelas pekerja. Sementara itu, sekolah umum membebankan biaya tertentu yang diperuntukkan bagi keluarga kelas menengah dengan tawaran kurikulum yang lebih ketat.

Di Masa Ini, Jerman Sempat Larang Perempuan Akses Pendidikan Tinggi

Pada mulanya, pendidikan tingkat lanjut di Jerman hanya menguntungkan anak laki-laki. Gymnasium, adalah lembaga pendidikan tinggi yang mempersiapkan anak laki-laki untuk masuk ke tingkat universitas. Tugas Gymnasium sendiri mulanya ditujukan untuk mempersiapkan para pegawai negeri. Pada 1900, Gymnasium kemudian memperkenalkan model spesialisasi pembelajaran di antaranya: classical languages, modern languages atau mathematics and science. Baru pada 1908 perempuan dapat mengenyam pendidikan di Gymnasium dan pada 1910 mulai diperkenankan memasuki universitas-universitas di Prussia.

Tingkat dan Standar Pendidikan di Jerman Sudah Baik Sejak Dulu

Terhitung pada 1920, Jerman memperkenalkan sekolah dasar empat tahun dengan stadar yang sama bagi seluruh anak. Pada masa ini dimulainya kewajiban mengenyam pendidikan hingga usia 18 tahun. Hingga sebelum 1945, pendidikan di Jerman terbagi menjadi pendidikan dasar wajib empat tahun (Volksschule), sekolah menengah enam tahun (Mittelschule) serta Gymnasium. Sejak dekade awal 1900, Jerman sudah memberlakukan standar tinggi pada sistem lembaga pendidikan mereka. Di masa itu, pemerintah Jerman mensyaratkan pengajar sekolah dasar lulus ujian kualifikasi univeristas (Abitur).

Pasca Perang Dunia ke-2, di tahun 1950 Jerman mulai melakukan perbaikan sistem pendidikan mereka dengan menjadi lebih demokratis. Jerman mulai mengurangi beban biaya buku dan biaya material sekolah bagi orang tua. Selanjutnya mengedepankan pendidikan dasar wajib enam tahun menggantikan yang sebelumnya berlangsung empat tahun. Tahun 1950-an kemudian menjadi awal dari sistem pendidikan Jerman yang kita kenal sekarang. Saat itu mulai berlaku stratifikasi berbagai jenis sekolah, pengajar, dan murid; pembagian sistem pendidikan kejuruan dan pendidikan umum; pengambilan keputusan terpusat di tingkat negara bagian; dan proses penilaian juga seleksi berlaku di seluruh sistem sekolah dan perkuliahan di Jerman.

Empat Program German Camp Centre Yang Bikin Kamu Siap Kuliah di Jerman

Mengetahui standar penerimaan mahasiswa di kampus Jerman dan bagaimana kehidupan selama kuliah di Jerman, German Camp Centre (GCC) merancang kurikulum yangΒ  menyiapkan calon mahasiswa diterima di lembaga pendidikan sesuai minat mereka. Tak hanya persiapan secara akademis, GCC juga melatih kemampuan soft skill bagi mereka yang akan kuliah di Jerman. Berikut empat persiapan yang berlangsung selama satu semester di Super Camp GCC:

  1. DAF Program (Deutsch Als Fremdsprache)

Selama DAF program, calon mahasiswa akan diajak belajar bahasa Jerman secara intensif dengan metode yang menyenangkan. Setiap siswa akan terlibat menghafal kosa kata Jerman, melatih percakapan, pendengaran dan berlatih tata bahasa Jerman bersama alumni Jerman dan pembimbing profesional.Β  Sesekali calon mahasiswa dilatih untuk melakukan presentasi dalam bahasa Jerman. Hal ini untuk membiasakan calon mahasiswa di masa kuliah yang akan mengharuskannya presentasi di muka kelas.Β 

  1. Math in Germany

Salah satu syarat penerimaan di Studienkolleg adalah lulus ujian matematika dalam bahasa Jerman. Pengajar matematika GCC akan menerangkan berbagai soal yang biasa diujikan saat penyaringan masuk STK dengan metode yang mudah dipahami. Calon mahasiswa Jerman juga akan mendapatkan waktu belajar khusus jika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas.

  1. Cross Culture Training

Jerman adalah negeri heterogen dengan pendatang dari seluruh dunia. Secara umum, budaya warga Jerman perlu mendapat perhatian khusus agar calon mahasiswa tidak menemui kesulitan saat bergaul. Budaya Jerman adalah hal dasar yang harus diketahui setiap calon mahasiswa agar tak kaget dengan budaya yang bertentangan dengan nilai dirinya. Oleh karenanya, German Camp Centre juga memberikan pelatihan khusus bagi siswa untuk mengenal budaya Jerman.

  1. Character Building

Kecakapan dan kemandirian menjadi bekal yang perlu dimiliki calon mahasiswa Jerman. Tak seperti di Indonesia yang lebih mudah untuk mendapat segala sesuatu yang dibutuhkan karena ada peranan orang tua, Jerman lebih menuntut setiap pribadi menyelesaikan tantangannya sendiri. Melalui Super Camp dan pendampingan oleh seorang konselor, calon siswa mulai dilatih untuk memasuki hidup mandiri sebelum benar-benar menerapkannya saat kuliah di Jerman nanti.

You might also like
Comments
Loading...